Rancang Bangun
Jaringan
Oleh Analisa Mega Diana
1. IP ADDRESS Versi 4
IP Address versi 4
Atau kalau diBahasa
Indonesia kan menjadi Alamat IP versi 4 biasa disebut IPv4. Merupakan salah
satu jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol TCP/IP yang
menggunkana Protokol IP versi 4. Dengan total nilai 32bit yang dibagi menjadi 4
Oktet. Dimana setiap Oktet terdiri atas 8bit angka biner. Pengalamatan IP jenis
ini mampu menampung hingga 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah ini
didapatkan dari 256 (karena tiap Oktet 8bit) dipangkatkan 4 (karena terdapat 4
Oktet) maka dari itu Alamat terakhir dari IPv4 adalah 255.255.255.255 , karena
perhitungan host dimulai dari 0 maka perhitungan total host menjadi
256x256x256x256 = 4.294.967.296host. (Pengertian IP Address versi 4,
Pembagian IP, Kelas dan Jenisnya, 2015)
2. Kelas-kelas alamat
|
Kelas
Alamat IP
|
Oktet
pertama
(desimal) |
Oktet
pertama
(biner) |
Digunakan
oleh
|
|
Kelas A
|
1–126
|
0xxx xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala besar
|
|
Kelas B
|
128–191
|
10xx xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
|
|
Kelas C
|
192–223
|
110x xxxx
|
Alamat
unicast untuk jaringan skala kecil
|
|
Kelas D
|
224–239
|
1110 xxxx
|
Alamat
multicast (bukan alamat unicast)
|
|
Kelas E
|
240–255
|
1111 xxxx
|
Direservasikan;umumnya
digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
|
IPv4 terdiri dari 5 kelas, yaitu :
1. Kelas A (1 bit pertama IP Address-nya “0”)
=> Alamat unicast untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
1. Kelas A (1 bit pertama IP Address-nya “0”)
=> Alamat unicast untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
2. Kelas B (2 bit pertama IP Address-nya “10”)
=> Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
=> Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
3. Kelas C (3 bit pertama IP Address-nya “110”)
=> Alamat unicast untuk jaringan skala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
=> Alamat unicast untuk jaringan skala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
4. Kelas D (4 bit pertama IP Address-nya “1110”)
=> Alamat multicast (bukan alamat unicast). sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
=> Alamat multicast (bukan alamat unicast). sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
5. Kelas E (4 bit pertama IP Address-nya “1111”)
=> Umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen)dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. (hudin, 2013)
=> Umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen)dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
3. IP Address Versi 6
Pengertian IP Versi 6
Alamat IP versi 6 (sering
disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang
digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi
6.Panjang totalnya adalah 128-bit.
Contoh alamat IP versi 6
adalah:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
IPv6 juga mengizinkan adanya
DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis.Dalam IPv6.Dalam IPv6, bit-bit
pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6,
yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang
ada hanyalah Format Prefix.
Contoh, prefiks sebuah alamat
IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut: 3FFE:2900:D005:F28B::/64.
Pada contoh di atas, 64 bit
pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit
sisanya dianggap sebagai interface ID.
Dalam IPv6, alamat 128-bit
akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam
bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal
tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). (saputra,
n.d.)
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6
dalam bentuk bilangan biner:
0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk
notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam
8 buah blok berukuran 16-bit
0010000111011010 0000000011010011
0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000
1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit
tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan
heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya
adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Penyederhanaan bentuk alamat
Alamat di atas juga dapat
disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang
berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan
membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A (ayuanggrianih, 2011)
4. MAC Address
Pengertian
MAC Address
MAC Address (Media Access Control
Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan
data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node
tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address
merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang
mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node
lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet
address, physical address, atau hardware address. (Ulumuddin,
2016)
5. Fungsi utama dari MAC
Address
Memudahkan untuk router dan
perangkat jaringan lainnya untuk secara unik mengidentifikasi setiap jenis
perangkat yang melekat pada jaringan dalam beberapa cara. Ini digunakan di
kebanyakan bentuk jaringan komputer dan telah berkembang digunakan untuk menunjukkan
bahwa Institute of Electrical dan Electronics Engineers (IEEE) telah diadopsi
sebagai standar industri.
MAC address
filtering adalah memblokir client berdasarkan alamat MAC.
MAC adalah
singkatan dari Media Access Control. Yaitu karakter atau alamat unik yang
membedakan setiap perangkat jaringan yang terpasang dikomputer kita. MAC juga
sering disebut sebagai alamat fisik wireless atau LAN card.
Untuk
melihat MAC address pada komputer atau laptop kita, kita bisa menggunakan
perintah “ipconfig /all” (tanpa tanda petik) (kaka, 2015)
DAFTAR
PUSTAKA
ayuanggrianih. (2011, juni). IP Version 6. Retrieved from
ayuanggrianih: https://ayuanggrianih.wordpress.com/2011/06/20/145/
hudin, s. (2013, mei 15). Mengenal
IP Address versi 4 (IPv4). Retrieved from komputer:
http://solehmulyaracing.blogspot.co.id/2013/05/ip-address-versi-4.html
IP versi 4 dan IP
versi 6. (n.d.). Retrieved from SLEEPING
FOREST'S BLOG:
https://sleepingforest13.wordpress.com/ip-versi-4-dan-ip-versi-6/
kaka, r. (2015, may 1). FUNGSI
MAC ADDRESS DAN Cara Seting Filtering MAC adrees pada Acces Poin.
Retrieved from kumpulan tutorial multimedia:
http://kreasiimedia.blogspot.co.id/2015/05/fungsi-mac-address-dan-cara-seting.html
Pengertian IP
Address versi 4, Pembagian IP, Kelas dan Jenisnya. (2015, juli). Retrieved from Tell network:
http://tellnetwork.blogspot.co.id/2015/06/ip-address-versi-4-pembagian-ip-kelas.html
saputra, m. a. (n.d.). pengalamatan
IP Versi 6 pada jaringan komputer. Retrieved from perjalanan anak negri:
http://catatankecilanaknegeri.blogspot.co.id/2015/01/pengalamatan-ip-versi-6-pada-jaringan.html
Ulumuddin, M. (2016). PENGERTIAN
MAC ADDRESS DI JARINGAN KOMPUTER. PENGERTIAN MAC ADDRESS DI JARINGAN
KOMPUTER, 1-3.
BIOGRAFI
NAMA :
ANALISA MEGA DIANA
SEKOLAH
: SMK ISLAM 1 BLITAR







0 komentar:
Posting Komentar